Bisnis dari desain memang terbilang menguntungkan beberapa tahun belakangan ini. Pergeseran tren dari media konvensional menjadi media digital tentu saja merupakan hal utama yang menjadikan bisnis desain lari manis di pasaran. Hal ini tentu saja menarik orang untuk berbondong-bondong melakoni bisnis desain.

Dari banyaknya orang yang mencoba, ada beberapa yang bahkan langsung boncos di awal ia membangun bisnisnya. Memang ada beberapa faktor yang menentukan apakah bisnis di dunia desain bisa menguntungkan atau bahkan bisa langsung hancur di awal pembuatannya.

Bisnis dari desain bisa sangat menguntungkan dan bisa juga tidak menghasilkan apa-apa jika treatmentnya memang salah. Apalagi jika kamu tidak memperhatikan beberapa hal yang akan dibahas berikut ini.

Tips Membangun Bisnis dari Desain

Ada beberapa kesalahan umum yang seringkali dilakukan oleh pemula yang terjun dalam bisnis desain. Beberapa di antaranya, sungguh menyebabkan bisnis yang digelutinya tidak berjalan dengan lancar dan akhirnya mereka banting setir untuk meninggalkan bisnisnya.

Padahal, ada beberapa tips dan juga metode yang bisa kamu lakukan ketika membangun bisnis desain. Berikut ini tips yang bisa kamu lakukan.

  1. Perencanaan

Seperti yang telah diketahui, ketika kamu baru memulai suatu bisnis—apapun itu—harus memiliki perencanaan yang cukup matang. Tanpa rencana, bisnis ibarat pisau tumpul alias percuma saja walaupun sekeras apapun berusaha. Tidak akan ada keuntungan apapun yang didapatkan.

Beberapa hal yang perlu direncanakan yakni sebagai berikut:

  • Nama bisnis
  • Modal
  • Target pasar

Cukup tiga itu saja yang harus kamu rencanakan. Perihal variabel lainnya, masih bisa direncanakan ketika bisnis memang telah berjalan. Kamu harus berencana, tapi juga jangan terlalu banyak. Terlalu banyak rencana tanpa aksi juga sama dengan pisau yang tidak di asah, tumpul dan tidak berguna.

  1. Digital Marketing

Selanjutnya, yang perlu kamu persiapkan adalah pengetahuan mengenai digital marketing. Kamu bisa belajar melalui expert atau bisa secara otodidak saja. Sesuaikan pemasaran dengan platform media yang kamu gunakan. Sebagai contoh saja, ada Facebook ads dan juga Instagram ads.

Dengan mengetahuinya, kamu bisa mengatur beberapa hal seperti target pasar, impresi yang ingin didapatkan, dan nilai convert rate yang kamu inginkan. Yang jelas, kamu bisa mengaturnya sesuai dengan budget iklan yang memang kamu miliki.

Cara ini terbilang efektif karena  sudah banyak yang membuktikan bahwa kualitas itu bukan yang utama. Ada banyak desainer yang karyanya biasa-biasa saja malah untung lebih besar daripada desainer yang karyanya sudah berkualitas tinggi. Mengapa? karena pengetahuannya tentang digital marketing yang sangat mumpuni.

  1. Sesuaikan Tarif

Dan lagi, yang tentu saja harus kamu pertimbangkan dalam membangun bisnis desain adalah tarif yang dikenakan. Masih banyak yang di awal merintisnya, para desainer mematok harga mahal dan sedikit tidak masuk akal hanya untuk membuat desain yang biasa-biasa saja.

Padahal, desainer tersebut masih belum memiliki ‘nama’ dan juga belum dikenal. Jadi sangat tidak logis jika memberikan harga yang terlalu tinggi dibandingkan dengan tarif di pasaran. Maka dari itu, kamu harus menyesuaikan tarif dengan yang ada di pasar.

Hanya saja, jangan lupa untuk memasukkan biaya iklan ke dalam tarif produk untuk mencegah kerugian yang bisa saja kamu alami. Dengan ini, minimal dalam membuka bisnis desain, uangmu tidak hilang atau bisa mendapatkan hasil impas sesuai dengan yang telah kamu keluarkan untuk biaya lain-lain.

Itulah sedikit hal yang bisa kamu lakukan jika ingin membangung bisnis dari desain agar tidak boncos di awal dan bisnismu bisa memiliki tingkat sustainabiltas yang tinggi. Semoga membantu.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.